Langsung ke konten utama

Postingan

Siapa yang Memakan Sastra Islam?

Sastra dan Islam selamanya akan terus bersama. Dalam sejarah Islam, sastra memiliki peranan penting sebagai sarana dakwah. Secara tidak langsung sastra akan berfungsi sebagai; pengingat akan nilai kebenaran, mengkomunikasikan prinsip Islam, memberi suri tauladan (akhlak yang baik) dan bertindak tegas dengan segala kemampuan yang dimiliki. (Fuad Amsyari, 2003 : 6).  Sastra sudah menemani perjalanan Islam sejak awal risalahnya disampaikan kepada Muhammad saw. Dunia Arab sempat mencicipi masa dimana untaian kata yang bermakna ialah puncak kehebatan manusia. Mereka berlomba melahirkan karya untuk mendapatkan label terhormat. Dan Islam hadir menyempurnakannya.
Lalu bagaimana dengan sekarang? Download selengkapnya 👇

https://drive.google.com/open?id=1VIzdqTCtkVkSzQaaMoW8BwJFB-reU4yD


Postingan terbaru

Tribute to BJ Habibie : Mengembalikan Nilai Juang yang Hilang

“Saya diberi kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam, kalau saya disuruh milih antara keduanya maka saya memilih ilmu agama” -BJ Habibie-
Tatkala dunia ini hampir terjerumus ke dalam jurang kehancuran, karena kebodohan dan kebiadaban. Tidak ada nilai, norma dan etika. Seluruh hidup manusia saat itu dipasrahkan kepada kebodohan kolektif. Lalu tampil Islam dengan konsep ke-Ilahian, persaudaraan dan kebenaran. Mengarahkan manusia kepada cahaya kebebasan meninggalkan kejahilan dan tahayul. Diletakan makna hidup selaras dengan fitrah manusia dimanapun mereka berada. Seketika musyrik berubah menjadi iman, dilancarkanlah ibadah dan muamalah. Ajarannya yang lengkap dan mudah mengatur hubungan sesama insan dan kepada Tuhan, melalui jalur horizontal dan vertikal.
Lalu, semarak orang Barat yang gelap menghadapi masa depannya dengan berguru dari orang Islam. jangan bayangkan kegelapan Bar…

Jangan Paksa (Saya) Menikah

Pernikahan merupakan ibadah yang tersurat dalam al-Quran dan hadis. Dengan segala keistimewaan dan hikmah yang terkandung di dalamnya pernikahan memberikan pahala bagi kedua pasangan. Tentu bagi mereka yang melakukannya dengan sempurna. Kesempurnaannya terkandung dalam sebuah hadis yang menyebutkan menikah ialah setengah dari pada agama (nishfu addin). Pernikahan dalam Islam merupakan jaminan atas fitrah manusia, namun agama mengaturnya dengan indah. Menikah bukan sebatas gerbang yang sah dilewati (dalam agama) untuk melepaskan hawa nafsu manusia. Di dalamnya terdapat dakwah, jihad, sedekah dan segala persembahan yang Allah berikan dalam rupa yang mesra, manja dan mempesona.
Realita yang kita temukan menikah seperti ajang pertaruhan ketika kawanan jomblo (belum menikah) dihadapkan dengan momen yang seharusnya saat itu mereka perlu menikah menurut definisi orang tua atau sahabat yang sudah menikah. Meme dan segala bentuk nasihat berubah maksud dari yang tadinya hiburan dan manfaat menja…

Minat Baca Indonesia Rendah atau Bertranformasi?

Minat baca memang menjadi sorotan sejak lama. Usaha untuk meningkatkannya sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak dan berbagai program. Hal ini karena tingginya minat baca merupakan indikasi menuju bangsa yang ideal. Menjadi Indonesia yang beradab dan maju tentu harapan kita semuanya. Membaca akan meningkatkan idealism setiap orang dan memiliki usaha untuk mewujudkannya. Sebab itu membaca merupakan ciri bangsa maju dan beradab.
Sayangnya beberapa tahun ke belakang berbagai survey dan penelitian menempatkan minat baca Indonesia pada posisi yang cukup memprihatinkan, termasuk kemampuan membacanya. Urutan minat baca Indonesia hampi terendah, ke 60 dari 61 negara, UNESCO menyebut Indonesia urutan ke 38 dari 39 negara yang diteliti. Termasuk kemampuan membaca kita, hanya pada angka 30% dalam kemampuan memahami dan menguasai bahan bacaan. Belum saya temukan penelitian terbaru, semoga saja ada peningkatan dalam minat dan kemampuan baca.
Kita bisa melihat sekitar masyarakat terkait perkembanga…

Harusnya

===== Harusnya mata terbuka menyambut cahaya Harusnya tundukan dingin yang tidak seberapa Harusnya kaki menancap untuk melangkah Harusnya suasana memberi semangat Harusnya doa terpanjat pada yang Kuasa Harusnya ...
Tasikmalaya, 18-06-2019

SEJENAK

=====
Sejenak ini, bukan menghibur diri
Bukan lari dari masalah, bukan
Sejenak ini untuk bersua dengan ciptaan-Nya
Saat jarang berdzikir pada-Nya
Sejanak berteman dengan debu
Saat orang menghempaskan
Sejenak berteman dengan keringat
Saat orang menjijikan
Sejenak menegangkan otot
Saat orang melenturkan
Sejenak berteman dengan suhu drastis
Saat orang menghindarkan
Sejenak berteman dengan angin
Saat orang menutupkan
Sejenak berteman dengan kesengsaraan
Saat orang mengaku kaya
Sejenak berteman dengan kesederhanaan
Saat orang mengada-ada
Sejenak berteman dengan lelah
Saat orang ingin leha-leha
Sejenak berteman dengan orang lain
Saat orang mengacuhkan sesama Ciremai, 23 Juni 2019

Selamat Merdeka Mursi!

Segelintir orang menjerumuskanmu ke dalam penjara, mengira jeruji dapat menghentikan ide dan semangat. Padahal keyakinan seseorang tidak pernah ada yang bisa membendung. 2012 rakyat Mesir memilih atas kesadaran dan dalam ruang lingkup demokrasi. Tapi kau dijatuhkan atas nama kehormatan dan aturan yang seluruh dunia tahu itu lelucon dunia.
Benar apa katamu, saat dirimu dihalangi untuk menerima alquran dalam penjara, padahal kaulah presiden yang hafal alquran. Halangan itu justru menunjukan ketakutan mereka akan kekuatanmu dan kekuasaan Allah swt. Entah sejak kapan kitab suci agama-agama dilarang masuk ke penjara.
Presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis justru digulingkan dengan tuduhan spionase. Sejak saat itu kondisi Mesir seakan tidak berdemokrasi, negara kembali dikuasai militer. Kau dihukum mati, tapi tetap idola semuanya. Perjuangan tetaplah perjuangan sekalipun kau digantung. Ada kesamaan dengan banyak orang yang ada pada dirimu yaitu perjuangan.
Kau tidak mendapa…