Langsung ke konten utama

Postingan

Buah Tangan Liburan

Buah Tangan Liburan Keringat mengucur di dahinya, kaos olahraga kuning hijau khas SDN Karangsambung 1 menjepit tubuh kecilnya berkat lem alami dari keringat di tubuhnya. Ia terlihat begitu lincah menggiring bola plastik di lapangan depan sekolah. Waktu duha sudah mendekati akhir, panas terik tidak tertahankan lagi, dahinya pun mengerut melindungi sedikit saja terik matahari. “Dean… ambil bolanya!” teriak kawan mainnya. Kulit sawo matangnya sedikit menutupi merah pada wajahnya, Dean yang masih kelas 5 selalu jadi bahan suruhan kaka kelasnya saat bermain bola. Skillnya cukup mumpuni sehingga tidak jarang kawan main bolanya justru dari kelas 6. Kekesalannya bukan karena suruhan yang merasa dirinya diperbudak kesana-kemari. Namun, kondisi lapangan yang terbatas sehingga acapkali bola voli menyebrang lapangan sepak bola dan sebaliknya. Sepertinya Dean sangat terganggu dengan lalu-lalang bola yang bukan bagiannya. Maklum jarak antar lapang kurang dari satu meter. “teeettt…” suara bel berbunyi. …
Postingan terbaru

Tulisan Kemanusiaan

Teringat tutur pengabdian Kini hidup tak lagi serampangan Memupuk popularitas atau penghambaan Dengan karya lumrah nan murahan Beranjaklah dari kenyamanan Ujian dulu masih permainan Berkas guratan sebab tekanan Kanan kiri jauh dari harapan
Namun, Ucapmu bukan hargamu lagi Tulismu bukan untukmu lagi Tanggungjawabmu sudah selesai Menjauh dari pribadi suruhan Kini hidupmu bersama alam Mewakafkan tulisan untuk kemanusiaan

Azharrijal
Pangandaran, 23 Desember 2019

Resensi Novel "I Believe in You" - Sekali Ibu, Tetaplah Ibu

Judul: I Believe in You Penulis: Aaboy Penerbit: Indiva Media Kreasi Tebal: 240 halaman Cetakan: I, Oktober 2019 ISBN: 978-602-5701-02-3
Sebelum melanjutkan bacaan resensi kali ini, perlu diketahui bahwa resensi ini ditulis dari sudut pandang seorang yang minim bacaan fiksinya, khususnya novel. Mempelajari teori-teori fiksi, namun jarang menulis cerpen, apalagi novel. Semoga resensi menjadi awal ketertarikan saya untuk banyak membaca karya fiksi dan menghasilkan karya ke depan.J ***** Kalau harus menyimpulkan isi dari novel ini, maka saya akan katakan “cerdas”. Kecerdasannya akan coba saya paparkan berikut dengan sedikit kisah yang memberi amanat cukup menyentuh bagi para pembaca. Bagi saya yang cukup mengenal sedikit banyaknya penulisnya, jelas sekali penulisannya sangat mewakili. Mahasiswa, kampus, cinta, persahabatan dan orangtua menjadi pokok utama pembahasan dalam novel yang bisa kita singkat dengan “IBU”.
Novel mengisahkan 4 mahasiswi yang bersahabat sejak belajar bersama di salah satu k…

Standar Ganda Definisi Terorisme (2)

Dominasi kekuatan tertentu atas informasi dan jaringan media mainstream yang secara global mendominasi peta percaturan ekonomi-politik jejaring media di dunia sedikit banyaknya telah membentuk anggapan publik yang beragam. Segala kecurigaan menjadi semu karena fakta publik tidak banyak memiliki bukti untuk mengiyakan tuduhannya. Sekalipun ada, proses yang harus ditempuh tidak mudah bagi masyarakat bawah yang menjadi konsumen media mainstream tersebut.
Saat yang sama, media perlu menggalakan lagi proses tabayyun yang menjadi pedoman etis dan teknis jurnalistik. Rumusan etika jurnalisme adalah langkah strategis yang dijunjung tinggi para pekerja media di seluruh dunia. Perihal ini menjadi sangat urgen karena opini publik era sekarang tumbuh dari benih-benih media yang dipertontonkan. Sehingga definisi apapun yang dikehendaki akan terwujud dalam benak publik secara umum. Begitulah definisi terorisme beralih makna dari segala bentuk pelanggar hukum yang menggunakan kekuatan atau kekerasan …

Standar Ganda Definisi Terorisme (1)

Tentang kaidah peradaban yang akan berganti dan selalu berubah, sebuah peradaban akan membutuhkan lawan untuk menunjukan diri sebagai kekuatan yang tak tertandingi. Ketika supremasi dan hegemoni habis, peradaban butuh eksistensi yang meninggikan namanya dan ditakuti. Pasca berakhirnya perang dingin, Barat berlanjut kepada peran memerangi terorisme. Isu besar terorisme ditujukan untuk menyatukan AS dan sekutunya. Samuel Huntington dalam bukunya Who Are We? menyatakan, musuh Pemerintah AS sudah ketemu, yaitu kaum Islam militan. Berkat isu terorisme, posisi Komunisme dan Uni Soviet yang menjadi musuh utama mereka, kini berpindah kepada Islam militan secara umum.
Strategi ghazwul fikr yang dilakukan AS adalah cara lama yang sudah digunakan oleh para orientalis terdahulu. Status dan opini yang bergulir bertujuan melemahkan akidah, ghirah dan kecintaan umat terhadap agamanya. Kasus ini menempatkan opini publik menjadi kedudukan penting yang perlu direbut dan digalakan secara intensif melalui…

Siapa yang Memakan Sastra Islam?

Sastra dan Islam selamanya akan terus bersama. Dalam sejarah Islam, sastra memiliki peranan penting sebagai sarana dakwah. Secara tidak langsung sastra akan berfungsi sebagai; pengingat akan nilai kebenaran, mengkomunikasikan prinsip Islam, memberi suri tauladan (akhlak yang baik) dan bertindak tegas dengan segala kemampuan yang dimiliki. (Fuad Amsyari, 2003 : 6).  Sastra sudah menemani perjalanan Islam sejak awal risalahnya disampaikan kepada Muhammad saw. Dunia Arab sempat mencicipi masa dimana untaian kata yang bermakna ialah puncak kehebatan manusia. Mereka berlomba melahirkan karya untuk mendapatkan label terhormat. Dan Islam hadir menyempurnakannya.
Lalu bagaimana dengan sekarang? Download selengkapnya 👇

https://drive.google.com/open?id=1VIzdqTCtkVkSzQaaMoW8BwJFB-reU4yD


Tribute to BJ Habibie : Mengembalikan Nilai Juang yang Hilang

“Saya diberi kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam, kalau saya disuruh milih antara keduanya maka saya memilih ilmu agama” -BJ Habibie-
Tatkala dunia ini hampir terjerumus ke dalam jurang kehancuran, karena kebodohan dan kebiadaban. Tidak ada nilai, norma dan etika. Seluruh hidup manusia saat itu dipasrahkan kepada kebodohan kolektif. Lalu tampil Islam dengan konsep ke-Ilahian, persaudaraan dan kebenaran. Mengarahkan manusia kepada cahaya kebebasan meninggalkan kejahilan dan tahayul. Diletakan makna hidup selaras dengan fitrah manusia dimanapun mereka berada. Seketika musyrik berubah menjadi iman, dilancarkanlah ibadah dan muamalah. Ajarannya yang lengkap dan mudah mengatur hubungan sesama insan dan kepada Tuhan, melalui jalur horizontal dan vertikal.
Lalu, semarak orang Barat yang gelap menghadapi masa depannya dengan berguru dari orang Islam. jangan bayangkan kegelapan Bar…