Langsung ke konten utama

Postingan

Minat Baca Indonesia Rendah atau Bertranformasi?

Minat baca memang menjadi sorotan sejak lama. Usaha untuk meningkatkannya sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak dan berbagai program. Hal ini karena tingginya minat baca merupakan indikasi menuju bangsa yang ideal. Menjadi Indonesia yang beradab dan maju tentu harapan kita semuanya. Membaca akan meningkatkan idealism setiap orang dan memiliki usaha untuk mewujudkannya. Sebab itu membaca merupakan ciri bangsa maju dan beradab.
Sayangnya beberapa tahun ke belakang berbagai survey dan penelitian menempatkan minat baca Indonesia pada posisi yang cukup memprihatinkan, termasuk kemampuan membacanya. Urutan minat baca Indonesia hampi terendah, ke 60 dari 61 negara, UNESCO menyebut Indonesia urutan ke 38 dari 39 negara yang diteliti. Termasuk kemampuan membaca kita, hanya pada angka 30% dalam kemampuan memahami dan menguasai bahan bacaan. Belum saya temukan penelitian terbaru, semoga saja ada peningkatan dalam minat dan kemampuan baca.
Kita bisa melihat sekitar masyarakat terkait perkembanga…
Postingan terbaru

Harusnya

===== Harusnya mata terbuka menyambut cahaya Harusnya tundukan dingin yang tidak seberapa Harusnya kaki menancap untuk melangkah Harusnya suasana memberi semangat Harusnya doa terpanjat pada yang Kuasa Harusnya ...
Tasikmalaya, 18-06-2019

SEJENAK

=====
Sejenak ini, bukan menghibur diri
Bukan lari dari masalah, bukan
Sejenak ini untuk bersua dengan ciptaan-Nya
Saat jarang berdzikir pada-Nya
Sejanak berteman dengan debu
Saat orang menghempaskan
Sejenak berteman dengan keringat
Saat orang menjijikan
Sejenak menegangkan otot
Saat orang melenturkan
Sejenak berteman dengan suhu drastis
Saat orang menghindarkan
Sejenak berteman dengan angin
Saat orang menutupkan
Sejenak berteman dengan kesengsaraan
Saat orang mengaku kaya
Sejenak berteman dengan kesederhanaan
Saat orang mengada-ada
Sejenak berteman dengan lelah
Saat orang ingin leha-leha
Sejenak berteman dengan orang lain
Saat orang mengacuhkan sesama Ciremai, 23 Juni 2019

Selamat Merdeka Mursi!

Segelintir orang menjerumuskanmu ke dalam penjara, mengira jeruji dapat menghentikan ide dan semangat. Padahal keyakinan seseorang tidak pernah ada yang bisa membendung. 2012 rakyat Mesir memilih atas kesadaran dan dalam ruang lingkup demokrasi. Tapi kau dijatuhkan atas nama kehormatan dan aturan yang seluruh dunia tahu itu lelucon dunia.
Benar apa katamu, saat dirimu dihalangi untuk menerima alquran dalam penjara, padahal kaulah presiden yang hafal alquran. Halangan itu justru menunjukan ketakutan mereka akan kekuatanmu dan kekuasaan Allah swt. Entah sejak kapan kitab suci agama-agama dilarang masuk ke penjara.
Presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis justru digulingkan dengan tuduhan spionase. Sejak saat itu kondisi Mesir seakan tidak berdemokrasi, negara kembali dikuasai militer. Kau dihukum mati, tapi tetap idola semuanya. Perjuangan tetaplah perjuangan sekalipun kau digantung. Ada kesamaan dengan banyak orang yang ada pada dirimu yaitu perjuangan.
Kau tidak mendapa…

Belajar dari Kupu-kupu

Perumpamaan alam selalu menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia. Bagi umat Islam hal semacam ini banyak ditemukan dalam ayat quraniyah, dimana Allah swt sering mengumpamakan suatu hal kepada hal lainnya. Permisalan kiamat dengan goncangan yang dahsyat, lalu bumi mengeluarkan segala isinya. Atau gambaran surga dengan permisalan yang sangat indah yang pernah kita temukan di dunia. Hal ini membuktikan bahwa perumpamaan banyak memberikan pelajaran kepada manusia.
Di bulan suci Ramadan perumpaman yang sering diungkapkan adalah perumpamaan puasanya ulat. Sejatinya setiap hewan akan berpuasa pada momen dan keperluan tertentu, termasuk ulat. Hewan termasuk yang menjijikan, orang-orang menghindarinya. Tetapi melalui proses metamorfosis ia menjadi sosok hewan yang dikagumi dan dinanti banyak orang. Sebelumnya dijauhi, kini ia dinanti-nanti.
Tentu bukan hal yang mudah. Untuk menjadi pribadi yang terpuji ulat harus mengurung diri dalam kepompong tanpa makan dan minum, menahan diri dari segala …

Kenapa Saya Pilih Prabowo-Sandi (02)

1. Wibawa Menurut saya kondisi Indonesia yang begitu luasnya memerlukan kekuatan untuk menjaga dan mempertahankannya. Beberapa tahun ke belakang kita sedikit kecolongan, khususnya terkait urusan perbatasan negara. Beberapa budaya kita sempat diakuisisi oleh negara lain, seperti Reog Ponorogo, Pencak Silat, Kuda Lumping. Wibawa negara perlu dikuatkan melalui pemimpinnya. Pemahaman Prabowo sebagai mantan tentara tentu sangat diunggulkan. Tapi tidak berarti selalu dengan kekuatan tentara yang diharapkan. Tapi kemampuan bernegosiasi dan komunikasi juga harus dimiliki. Oleh karena itu, komitmen kebijakan yang pro rakyat dan pro NKRI harus ditunjukan dengan tegas. Entah seperti apa nanti kebijakannya, namun saat presiden komitmen dengan kebijakan sekalipun harus bertentangan dengan kepentingan asing akan menunjukan wibawa negara. 2. Kebijakan ekonomi Saya kira secara transparan banyak data sudah menampilkannya, bagaimana perekonomian Indonesia sekarang. Untu…

IMAN

Kebenaran selalu merangkul akal Pengantarnya bercokol pada pola pikir Penjaganya tertanam dalam referensi Saat itulah Islam menentang dogma Kenapa harus kembali ke masa lalu Saat otak manusia menjadi boneka Atas orang yang mengatasnamakan gereja
Angin itu semakin deras Tatkala hujan menghujam manusia Dedaunan seakan sampah beterbangan Dahan kan berujung jadi abu Reruntuhan pohon disembunyikan Hanya demi citra dunia yang diagungkan
Namun, jangan kau lupa Akar tetaplah akar, ia kuat dengan serabutnya Semacam cabang yang mendonasi kekuatan Ia tak pernah jumawa dan terus merendah Tak pernah goyah sekalipun ditebang paksa Hanya tumbang saat takdirnya datang
Kuningan, 10 April 2019