Langsung ke konten utama

BIGREDS indonesia Anfield kan SUGBK

Bigreds indonesia Anfieldkan SUGBK, termasuk BIGREDS Tasikmalaya di dalamnya berpartisipasi.

Bigreds indonesia dinilai sukses memerahkan SUGBK, menjadikan GBK layaknya di anfield, ini membuat para pemain juga staff the Reds merasa berada di merseyde city, bagaimana tidak  merahnya indonesia bergabung dengan merahnya liverpool benar-benar kental sampai-sampai brendan rodgers (coach LFC) berharap agar KOPITES indonesia bisa mampir ke Anfield stadiun, "itu sangat terbuka lebar bagi kopites indonesia untuk datang ke markas kami".
its what i mean red
Tak hanya itu, partisipasi serta kekompakan bigreds benar-benar bikin bulu kuduk berdiri kata Fachry ( https://www.facebook.com/dzulfikar.fachry?fref=ts ) salah satu bigreds tasik. kenapa bisa, tentu mereka semua terus melantunkan lagu-lagu untuk liverpool layaknya di Anfield., seprti lagu "YNWA", Suarez, Carragher, Enrique, juga chant2 yang lain tak  ketinggalan untuk sang skipper Steven Gerrard.
seperti yang tak punya rasa cape kopites terus bernyanyi dari 2 jam sebelum kick off dimulai hingga akhir pluit tanda berakhirnya pertandingan, itulah rasa gembira mereka hingga cape pun serasa hilang. di tambah permainan Gerrard cs sangat indah dengan mencetak 2 gol untuk kemenangan 2-0 untuk LFC.
Belum habis sampai sana, mengapa supporter liverpool (kopites) sangat dipuji. apa yang dilakukan memang positif, mereka tak hanya mendukung liverpool bermain tapi TIMNAS asuhan J.F Thiago pun mereka dukkung tak ayal suara "indonesia.... indonesia...." juga ikut berkumandang ditengah-tengah bigreds. Tak kalah unik seperti yang diucapkan sebelumnya di FB bahwa BIGREDS agar memerahkan SUGBK bukan dengan terompet, dan benar penjual baju, shall, topi serba merah lebih laku ketimbang penjual terompet berbanding 97%, saat di tribun ada yang mengumandangkan terompet, seketika itu juga seluruh supporter menyoraki nya agar membuang terompetnya. benar-benar indah...
belum dengan surakan terimakasih terhadap sesepuh sang CARRAGHER juga mengingat kejadian 96 justice yang bikin terharu juga.
bagi yang belum pernah merasakannya  ini merupakan pengalaman yang takan pernah terlupakan.

GALERI PHOTO
thanks CARRAGHER
OTW to the place @monas
after match


penulis
fachry (bulu kuduk merinding)

sektor  IV

gol coutinho


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan.
Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”.
Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dalam belahan hi…

Resensi Novel "I Believe in You" - Sekali Ibu, Tetaplah Ibu

Judul: I Believe in You Penulis: Aaboy Penerbit: Indiva Media Kreasi Tebal: 240 halaman Cetakan: I, Oktober 2019 ISBN: 978-602-5701-02-3
Sebelum melanjutkan bacaan resensi kali ini, perlu diketahui bahwa resensi ini ditulis dari sudut pandang seorang yang minim bacaan fiksinya, khususnya novel. Mempelajari teori-teori fiksi, namun jarang menulis cerpen, apalagi novel. Semoga resensi menjadi awal ketertarikan saya untuk banyak membaca karya fiksi dan menghasilkan karya ke depan.J ***** Kalau harus menyimpulkan isi dari novel ini, maka saya akan katakan “cerdas”. Kecerdasannya akan coba saya paparkan berikut dengan sedikit kisah yang memberi amanat cukup menyentuh bagi para pembaca. Bagi saya yang cukup mengenal sedikit banyaknya penulisnya, jelas sekali penulisannya sangat mewakili. Mahasiswa, kampus, cinta, persahabatan dan orangtua menjadi pokok utama pembahasan dalam novel yang bisa kita singkat dengan “IBU”.
Novel mengisahkan 4 mahasiswi yang bersahabat sejak belajar bersama di salah satu k…

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu
Oleh : Azhar Fakhru Rijal
Wahai para pejuang ilmu...
Apa yang kalian pikirkan dengan perpisahan?
Bukan jarak, hubungan atau canda tawanya
Tapi sejauh mana kita bersama
Saat dunia terasa menjepit langkah kita
Wahai para pejuang ilmu...
Sekalipun jangan pernah salahkan ilmu yang menjauhkan
Karena sejatinya ilmu menyatukan kita semua
Ilmu bukan barang murah, jangan mau mendapatkannya gratis
DR Adian Husaini berpesan "Jika menuntut ilmu adalah jihad, maka apa yang kita keluarkan untuk menuntut ilmu adalah jihad"
Wahai para pejuang ilmu...
Jangan pula takut ditinggal orang-orang tercinta
Sesungguhnya kita tidak pernah tahu mereka kecuali Allah dan Rasulnya
Maka dari itu permintaan manusia tidak boleh terbelah oleh dunia
Biarkan kebaikan kita menjawab kebaikan Tuhan
Wahai para pejuang ilmu...
Bangunan, tanah dan kebahagiaan bukan hanya kenangan
Namun sebuah ingatan yang kalian sendiri akan menguburnya
Saya katakan, jangan sekali- kali melemparnya se…