Langsung ke konten utama

Definisi Diri Saya



                Namanya telah menjadi symbol revolusi,perubahan dan jiwa muda yang membara. Dia adalah orang yang selalu ingin menjadi yang pertama dan berdiri di barisan terdepan. Kemampuannya menganalisa situasi menjadi bekalnya dalam mengambil setiap langkah dan keputusan. Pria kelahiran Tasikmalaya 5 Agustus tujuh belas tahun yang lalu ini juga memiliki pemikiran yang kritis dan teoritis. Dia tak segan untuk memberikan opini, kritikan, bahkan sanggahan terhadap suatu situasi yang terjadi atau yang tidak ia setujui. Sikap nya ini sangat terlihat jelas ketika dia menjadi Pimpinan Redaksi Mading AL-FURQON POST pada tahun ke empat nya di pondok ini. Dengan membawa AL-FURQON POST menjadi sebuah rujukan publik.
             Satu tahun berikut nya, ketika Ia menjadi pengurus di OPPAF (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Al-furqon), Dia di percayai menjadi Bagian Bahasa. Disini Dia menunjukan totalitas dan kesungguhan pengabdian nya. Pemilik rambut yang agak mirip JACOB dalam film TWILIGHT ini terus berjuang untuk menjaga dan meningkat kan kemampuan Berbahasa Asing para Santri. Suatu kata yang menjadi sebuah bukti eksistensi perjuangan nya kala itu adalah “I’m not a master, but I will
saya dan penulis (M. Iqbal)
try to make you be a master.” Jika di dalami makna nya maka akan di ketahui bahwa dia benar-benar tulus dan ikhlas dalam pengabdian nya.
            Sisi lain dari Pria yang sangat menggandrungi salah satu club Premier League LIVERPOOL ini adalah pribadi yang sangat menyenangkan dan jauh dari sikap sombong. Dia tak segan untuk membagi ilmu nya kepada orang yang memerlukan bimbingan nya. Selain itu, dia adalah orang yang rajin beribadah disela-sela kesibukan nya. Dia selalu meluang kan waktu untuk beribadah. Potret ikhwan sejati sekali. Namun, walaupun diri nya terkenal dingin kepada Akhwat, namun ternyata banyak Akhwat yang menaruh hati pada nya.
            Tak terasa, Dia sekarang telah mencapai puncak perjuangan nya di pondok ini. Pasti Santri akan merasa kehilangan sosok suri tauladan di kehidupan mereka. Sebenar nya, masih banyak hal yang bisa di tuliskan dari diri nya, namun entah kata apa lagi yang bisa ditulis pena ini untuk mendeskripsikan dirinnya.
bye brother azhar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan.
Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”.
Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dalam belahan hi…

Resensi Novel "I Believe in You" - Sekali Ibu, Tetaplah Ibu

Judul: I Believe in You Penulis: Aaboy Penerbit: Indiva Media Kreasi Tebal: 240 halaman Cetakan: I, Oktober 2019 ISBN: 978-602-5701-02-3
Sebelum melanjutkan bacaan resensi kali ini, perlu diketahui bahwa resensi ini ditulis dari sudut pandang seorang yang minim bacaan fiksinya, khususnya novel. Mempelajari teori-teori fiksi, namun jarang menulis cerpen, apalagi novel. Semoga resensi menjadi awal ketertarikan saya untuk banyak membaca karya fiksi dan menghasilkan karya ke depan.J ***** Kalau harus menyimpulkan isi dari novel ini, maka saya akan katakan “cerdas”. Kecerdasannya akan coba saya paparkan berikut dengan sedikit kisah yang memberi amanat cukup menyentuh bagi para pembaca. Bagi saya yang cukup mengenal sedikit banyaknya penulisnya, jelas sekali penulisannya sangat mewakili. Mahasiswa, kampus, cinta, persahabatan dan orangtua menjadi pokok utama pembahasan dalam novel yang bisa kita singkat dengan “IBU”.
Novel mengisahkan 4 mahasiswi yang bersahabat sejak belajar bersama di salah satu k…

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu
Oleh : Azhar Fakhru Rijal
Wahai para pejuang ilmu...
Apa yang kalian pikirkan dengan perpisahan?
Bukan jarak, hubungan atau canda tawanya
Tapi sejauh mana kita bersama
Saat dunia terasa menjepit langkah kita
Wahai para pejuang ilmu...
Sekalipun jangan pernah salahkan ilmu yang menjauhkan
Karena sejatinya ilmu menyatukan kita semua
Ilmu bukan barang murah, jangan mau mendapatkannya gratis
DR Adian Husaini berpesan "Jika menuntut ilmu adalah jihad, maka apa yang kita keluarkan untuk menuntut ilmu adalah jihad"
Wahai para pejuang ilmu...
Jangan pula takut ditinggal orang-orang tercinta
Sesungguhnya kita tidak pernah tahu mereka kecuali Allah dan Rasulnya
Maka dari itu permintaan manusia tidak boleh terbelah oleh dunia
Biarkan kebaikan kita menjawab kebaikan Tuhan
Wahai para pejuang ilmu...
Bangunan, tanah dan kebahagiaan bukan hanya kenangan
Namun sebuah ingatan yang kalian sendiri akan menguburnya
Saya katakan, jangan sekali- kali melemparnya se…