Langsung ke konten utama

KITA BUTUH MUSLIM HAKIKI


ikhwan fi llah
keadaan suatu umat bisa menandakan terhadap image tempat itu tersendiri, itulah yang nyata sekarang terjadi. tanggapan yang melewat bisa dianggap nyata, berita yang datang dianggap fakta walau nyatanya belum tentu. namun sayang itu terus saja terjadi shingga setiap apa2 itu akan masuk ke dalam alam bawah sadar mereka bahwa anggapan yang ada itu nyata adanya.

itulah muslim sekarang, tidakah mereka memikirkan islam? tidakah mereka memikirkan ALLAH? tidakah mereka memikirkan nama baik mereka sendiri? juga nama umum kita?

karena gambaran, kelakuan, sikap, mereka yang menyatakan muslim itu sangat tidak menggambarkan islam, sehingga akan memunculkan pikiran sekeliling bahwa memang islam itu seperti apa yang mereka lakukan,, sungguh mengharukan!! mana mungkin mereka menggambarkan islammdengan melihat sikap mereka,, kita tidak seperti ituwahai manusia. tapi sulit menghilangkan pandangan jelek seperti itu.

sehingga tugas du'aat semakin berat, sangat berat untuk dipinggul hanya satu bahu saja. kita butuh bersama-sama menghadapi ini.

ikhwan fi llah
mengapa sekeliling dengan mudah menggangap sikap, perilaku, gambaran mereka orang muslim bahwa itulah islam?? mengapa?? terlalu singkat melihat islam sebatass itu.
sehingga yang harus ditekankan di setiap jiwa manusia seluruh dunia adalah "JIKA KALIAN INGIN TAHU ISLAM MAKA PELAJARILAH ISLAM ITU, BUKAN MEMPELAJARI MUSLIM YANG ADA, KARENA MEREKA BELUM TENTU MUSLIM HAKIKI "

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan.
Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”.
Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dalam belahan hi…

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu
Oleh : Azhar Fakhru Rijal
Wahai para pejuang ilmu...
Apa yang kalian pikirkan dengan perpisahan?
Bukan jarak, hubungan atau canda tawanya
Tapi sejauh mana kita bersama
Saat dunia terasa menjepit langkah kita
Wahai para pejuang ilmu...
Sekalipun jangan pernah salahkan ilmu yang menjauhkan
Karena sejatinya ilmu menyatukan kita semua
Ilmu bukan barang murah, jangan mau mendapatkannya gratis
DR Adian Husaini berpesan "Jika menuntut ilmu adalah jihad, maka apa yang kita keluarkan untuk menuntut ilmu adalah jihad"
Wahai para pejuang ilmu...
Jangan pula takut ditinggal orang-orang tercinta
Sesungguhnya kita tidak pernah tahu mereka kecuali Allah dan Rasulnya
Maka dari itu permintaan manusia tidak boleh terbelah oleh dunia
Biarkan kebaikan kita menjawab kebaikan Tuhan
Wahai para pejuang ilmu...
Bangunan, tanah dan kebahagiaan bukan hanya kenangan
Namun sebuah ingatan yang kalian sendiri akan menguburnya
Saya katakan, jangan sekali- kali melemparnya se…

Kasus Terorisme: Permainan dalam Definisi

Jumat (15/3) Kabar mengejutkan kini muncul dari Christhruch, Selandia Baru. Media dipenuhi dengan berita penembakan yang 2 masjid di Christhruch, yaitu Al-Noor dan masjid lainnya di Linwood. Salah satu pelakunya telah dikonfirmasi bernama Brendon Tarrant, warga negara Australia. Namun, seperti yang sering kita amati, penggunaan istilah teroris selalu menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya sejauh pemantauan, awal-awal berita ini muncul minim sekali media menyebutnya sebagai teroris. Baru setelah beberapa jam selanjutnya istilah teroris bermunculan di media berita. Mungkin sebagian orang tidak mempermasalahkan istilah-istilah tersebut. Namun, psikologi masyarakat tergerak berdasarkan opini yang ada. Kita tidak perlu sepenuhnya meyakini ada dalang di balik semua kejadian atau isu konspirasinya. Sebab realita penggunaan beberapa istilah menimbulkan banyak kejanggalan. Termasuk makna teroris yang bisa saja disalahgunakan sebab definisinya yang ambigu dan syarat kepentingan. Hal ini wajar m…