Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

SEBUTIR PASIR

Aku adalah sebutir pasir yang menetap di sebuah pantai yang sepi tak berpenghuni, tiada satu pun orang yang datang untuk bermain, memancing di tepian laut atau bersenda gurau dengan ombak yang bergulung–gulung tanpa henti dan belas kasih menerpa, menyeret teman teman serta sanak familiku yang sedang bermain di tepiannya, yang kemudian dihempaskannya mereka ke dasar biru.

Tenggelam. Tak mudah kembali ketepian untuk melaksanakan kewajiban, tugas tugas apalagi untuk mengambil hak hak mereka yang telah hilang bersama mereka. Terseret. Masuk kedalam dunia penuh keindahan dalam kerajaan laut yang abadi sampai lautan itu berubah menjadi api.

Kalian semua dapat mencari aku dengan mudah karena aku adalah sebutir pasir yang berwarna abu abu yang ada diantara pasir putih yang menghampar luas di pinggiran laut yang biru. Tetapi kadang kau bisa jumpai aku di antara pasir hitam.

Sibakkanlah pasir itu maka kau akan menemukanku sedang bercumbu mesra diantara kerang kerang yang terbena…

Biarkan sapi (saja) yang menjadi kurban

sangat ingin saya katakan dengan tegas kepada yang sanggup dan berwenang agar jangan bawa-bawa manusia, biarlah sapi saja yang menjadi kurban. dan yang bisa menghindarkan ini bukanlah jiwa-jiwa yang terbawa nafsu karena kesempatan, tapi yang duduk tenang justru lebih sanggup memikirkan bahkan menghindarkan itu.
tragedi sangat lucu dan tidak logis lagi-lagi berulang kembali terjadi di indonesia, sangat disayangkan dan memalukan ini kembaali lagi walalupun tidak di satu kejadian, tapi judul ini cukup mewakili hakikatnya, yang terjadi di ied adha tahun ini. ied adha itu termasuk hari-hari yang ditunggu oleh umat muslim yang mana didalamnya menyembelih sapi, kambing dll untuk dikurbankan.  tapi apa nyatanya?? di tempat teragung di indonesia jiwa-jiwa itu berebut daging sehingga mereka ikiut jadi korban seperti hewan-hewan kurban yang kehilangan nyawanya.
mengapa ini terjadi??
niat yang baik harus dibarengi juga dengan cara yang baik seperti pengamanan dan kesehatan, ini  menggambarkan du…

kalamku untuk pembibingmu

kawan-kawan semua..
sampaikan kalamku in, kepada yang pantas mendengarnya, bahwa kalian (kita) itu ada dibawah mereka, memang dibawah mereka, karena inilah adab menuntut ilmu, ini keharusan kita ada di bawah nya. lalu tolong katakan bahwa kita semua bukan seekor ikan, yang mana ketika kepala(atas)nya busuk maka ekornya ikut busuk, tidak, kita semua bukan seperti itu.
yang mana ketika pembimbing kita semua rusak maka harus ikut rusak, sangat TIDAK sekali, kita bukan ikan, kita disini pejuang, katakanlah, "ketika mereka jatuhpun kita semua disini  bukan ikut jatuh tapi kita datang menolong, begitu juga sebaliknya".
namun, sayang seribu sayang,,,
ketika kita, kalian datang sedang berjuang, seakan mereka menyuruh kalian untuk menjadi seekor ikan.
tapi semenjak bulan purnama esok,, kalian, kita dan mereka mempunyai tujuan yang sama serta dengan jalan yang kompak dan itupun yang akan kalian , kita capai.
tapi satu,
katakanlah, bahwa kalian sanggup tanpa menunggu mereka , karena b…

ISLAM datang untukmu INDONESIA

wahai islam indonesia
tenanglah walaupun termenung
ini terlalu mudah dipatahkan
pembuat kemenungan itu ada dekat dengan kita
jangan terlalu memikirkannya
maju selangkahpun penjahat itu terinjak
tegaklah bangsaku
islam datang untukmu indonesia
kami datang untukmu islam
tak ada istilah bahwa perpecahan adalah penyebab
perpecahan ini untuk bersatu
kami sedih jika hanya bersama islam
sedang kewajiban menjaga keutuhan
keutuhan tanah bumi terlupakan
suriah, palestina, mesir dan ...
perlukah tangan ini menuliskan
menuliskan namamu setelah DAN...
membiarkan orang-orang jahat
melecehkan tanah kita untuk kekuasaannya
indonesia tidak seperti ini
kita akan menjadi baik
seperti nama kita diluar sana
Islam datang untuk itu INDONESIA...
biarkan kami membenarkan keadaan
yang bilang sanggup itu banyak
tolonglah,, ini giliran kami
jangan biarkan kami menangis
karena melihatmu terpuruk