Langsung ke konten utama

Teruntuk Kesombongan

Terlihat seperti indah dengan warna yang didambakan
Karena mata yang penuh dengan kesombongan
Setiap langkah pelan berhati-hati terlihat menghindari dosa
Hingga lupa jika langkahnya pun sudah sejak lama berlumurdosa
Sekeras batu berteriak ketika palu ingin membelahnya
Tetap saja suara tidak merubah ketetapanNya
Manusia mungkin takut dengan tinjuan keras gong berbunyi"ini bukan dosa (ku)"
Namun Yang Maha Kuasa justru berkata lebih keras dalam lamunanNya
Kita hanya ingat tingkatan-tingkatan yang kita raih
Dan lupa akan tingkatan neraka yang dijanjikanKarena kerudung itu akan tetap terbakar hangus jika lupa memainkannya
Begitu juga jika hanya memainkannya sebagai boneka terdiam sebagai pemandangan, tak bermakna dan itu tetap API. (Tak ubahnya peci)
Dimana islamnya ???
Tak usah disamakan dengan orang-orang para pengagung perbedaan agama
Apalagi menyelaraskan diri dengan para orientalis barat demi terlindungi martabat
Ngeles sana-sini demi selamatkan pelanggaran dan mencoba menghalalkan
Memangnya penglihatan Dia mata kita, pendengaran Dia telinga kita. Mana ada !!!
Omong kosong diperbudak keinginan semuanya
Jakarta, 4 Mei 2015 04 : 15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan.
Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”.
Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dalam belahan hi…

Resensi Novel "I Believe in You" - Sekali Ibu, Tetaplah Ibu

Judul: I Believe in You Penulis: Aaboy Penerbit: Indiva Media Kreasi Tebal: 240 halaman Cetakan: I, Oktober 2019 ISBN: 978-602-5701-02-3
Sebelum melanjutkan bacaan resensi kali ini, perlu diketahui bahwa resensi ini ditulis dari sudut pandang seorang yang minim bacaan fiksinya, khususnya novel. Mempelajari teori-teori fiksi, namun jarang menulis cerpen, apalagi novel. Semoga resensi menjadi awal ketertarikan saya untuk banyak membaca karya fiksi dan menghasilkan karya ke depan.J ***** Kalau harus menyimpulkan isi dari novel ini, maka saya akan katakan “cerdas”. Kecerdasannya akan coba saya paparkan berikut dengan sedikit kisah yang memberi amanat cukup menyentuh bagi para pembaca. Bagi saya yang cukup mengenal sedikit banyaknya penulisnya, jelas sekali penulisannya sangat mewakili. Mahasiswa, kampus, cinta, persahabatan dan orangtua menjadi pokok utama pembahasan dalam novel yang bisa kita singkat dengan “IBU”.
Novel mengisahkan 4 mahasiswi yang bersahabat sejak belajar bersama di salah satu k…

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu
Oleh : Azhar Fakhru Rijal
Wahai para pejuang ilmu...
Apa yang kalian pikirkan dengan perpisahan?
Bukan jarak, hubungan atau canda tawanya
Tapi sejauh mana kita bersama
Saat dunia terasa menjepit langkah kita
Wahai para pejuang ilmu...
Sekalipun jangan pernah salahkan ilmu yang menjauhkan
Karena sejatinya ilmu menyatukan kita semua
Ilmu bukan barang murah, jangan mau mendapatkannya gratis
DR Adian Husaini berpesan "Jika menuntut ilmu adalah jihad, maka apa yang kita keluarkan untuk menuntut ilmu adalah jihad"
Wahai para pejuang ilmu...
Jangan pula takut ditinggal orang-orang tercinta
Sesungguhnya kita tidak pernah tahu mereka kecuali Allah dan Rasulnya
Maka dari itu permintaan manusia tidak boleh terbelah oleh dunia
Biarkan kebaikan kita menjawab kebaikan Tuhan
Wahai para pejuang ilmu...
Bangunan, tanah dan kebahagiaan bukan hanya kenangan
Namun sebuah ingatan yang kalian sendiri akan menguburnya
Saya katakan, jangan sekali- kali melemparnya se…