Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Atas Nama Cinta

Realita kehidupaan manusia semakin tak tentu arah. Dulunya materi menjadi problem terbesar karena telah mengklasifikasikan kedudukan manusia. Atas dasar cinta hal tersebut mulai hilang. Tapi sikap tidak peduli justru muncul dengan cinta (katanya). Cinta seperti menampilkan dunia ini hanya milik pribadi atau pasangannya. Lupa dengan para pengemis, anak-anak jalan, anak miskin.Bagi sebagian orang, cinta itu semacam ketetapan hati manusia yang tak boleh diganggu gugat, bahkan oleh Tuhan sekalipun. Kalau sudah memutuskan untuk jatuh cinta, maka tak ada yang boleh mengajukan kritik atau interupsi. Ketika mata tertuju pada satu orang lelaki atau perempuan, maka populasi manusia yang lainnya sudah dianggap tidak relevan. Begitu kenalnya manusia dengan cinta, sehingga seolah-olah ia tak mungkin salah. Seolah-olah ia sudah menemukan yang terbaik, dan tak ada lagi yang lebih baik darinya. Mungkin sebab inilah manusia semakin termakan ego dirinya sendiri. Membenamkan orang-orang yang peduli deng…