Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Pernahkah Kita Hidup?

Apakah kematian di dunia itu mati? Dan yang hidup di dunia itu hidup? Kita dilahirkan hidup, tapi tidak semua orang hidup Sebagian nama masih tetap hidup, ketika jasadnya di kubur Kita lahir dari sebuah Rahim, tapi bukan awal kehidupan Kita mati ke liang kubur, bukan akhir kehidupan Mari kita tetap berjalan kawan Kita manusia, beragama, berkeyakinan Hidupnya bukan hanya tentang nafas, hewan pun bernafas
Agama ini hidup kita, Saat kita menjejakinya, maka itulah kehidupan Bukan untuk berlari, berusaha memperpanjangnya Langkah kita untuk agama, pendakian kita untuk agama, senyuman kita untuk agama Semua perjuangan untuk agama, Lantas apalagi yang akan mematikan  kita
Jangan lupa untuk apa kita hidup, kalau bukan untuk mati Karena bertemu kita pun berpisah, karena hidup kita pun mati Lalu karena mati kita hidup kembali, dan bahagia Bagi mereka yang menangis karena agama Daging kita milik belatung, hati kita milik pasangan, nyawa kita milik Tuhan Milik kita hanya perjuangan membela Islam Hanya itu bukan?
Sek…

Belajar Cita dan Cinta dari Kang Abay

Kesempatan mendengar langsung pemaparan dari penulis novel Cinta dalam Ikhlas sangat mengagumkan. Saya sendiri pecinta nasyid, termasuk lagu mellow yang khas dibawakan penulis novel tadi. Lebih kepada lirik yang bermakna dan menyentuh, mungkin kalau baca novelnya bisa lebih kena di hati. Saya belum membacanya karena kurang gairah terhadap novel. Tapi mendengar poin dari penulisnya langsung cukup akan memaksa saya membeli dan membacanya.
Kang Abay mengatakan sengaja menempatkan bab tentang "Kehilangan" di awal ceritanya, karena ingin menjadikan ikhlas sebagai poin besar dalam kehilangan itu sendiri. Kita gagal move on karena belum ikhlas dalam cinta, akan lebih tidak ikhlas ketika keilangannya. Sedangkan yang kita khawatirkan itu semuanya titipan. Sekalipun itu anak dan istri, itulah titipan dari Allah.
Kehilangan memang menyedihkan jika itu milik kita. Masalahnya kan kita tidak pernah memiliki apa-apa kecuali nyawa, pada akhirnya nyawa itu juga milik Allah. Yang kita tangis…