Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Bukan Pelupa

Aku manusia, tapi bukan pelupa
Ingatkan saja selagi hati mereda
Aku jamin memori itu ada
Karena hakikat kita bersama Jangan tanya setia, itu sejak lama
Sejak Gerrard menjuarai si kuping besar
Sampai dunia tidak mengenal
Satupun yang berdiri mengenakan si merah Jangan biarkan ku tunjukan
Kesetiaan yang langka kau temukan
Apalagi hanya untuk penyesalan
Sebab janji setia itu ku usahakan Percayalah... Itu saja
Yang berat itu ragu
Yakinkan bersama
Toh takdir kita bersatu Apa kau membacanya dengan tersenyum
Tidak perlu,,, seduh saja kopi untukku
Saat kau suguhkan, kita pun kagum
Ternyata kita benar-benar bersatu Jangan pernah lupakan
Saat Tuhan menyiratkan
Qadarullah akan terbuka
Karena Dia bukan pelupa

Puisi Tandingan untuk Sukmawati

IBU MUSLIMAH Oleh : Irene Radjiman Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at.
Aku tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Gerai tekukan rambutnya sangatlah cantik. Rasa ciptanya bagaikan kristal mutiara yang menyatu dengan kodrat alam. Begitu cantiknya hingga Rabbku menyebutnya aurat dan tak rela mata-mata durjana liar memandangi kecantikannya. Kecantikan itu harus tetap suci terbungkus kain hijab. Lihatlah ibu muslimah. Saat penglihatanmu semakin asing. Supaya kau dapat melihat kecantikan asli dari imanmu. Jika kau ingin menjadi cantik, memiliki jiwa yang sehat,  beradab dan bermartabat
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu muslimah. Aku ibu muslimah. Aku harus patuh pada syari'at Islam. Karena kecantikanku tercipta dari DIA sang pemilik jagad, sang pembuat syari'at.
Aku tahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Namun seluruh suara merdu dimuka bumi ini harus meluruh…