Langsung ke konten utama

Kita dan Dunia Maya (2)

Dunia maya sering diartikan sebagai media yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh dan saranan informasi. Ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi. Ari Lasso menjadikan dunia maya sebagai sarana mendapatkan cinta sejatinya. Sedangkan marak orang-orang mencari profesi yang menguntungkan bahkan berkarir di dunia maya. Ibarat dunia nyata, kita disihir untuk ikut memanjangkan hidup di dunia lain yang bisa digenggam satu tangan. Dunia yang setiap tingkah geraknya dicatat oleh sistem selain Rakib dan Atid.

Dunia maya adalah dunia nyata. Dunia dimana (hampir) segala halnya yang didapati selama hidup kita dapati disana. Disana ada hukum, pola hidup, ekonomi hingga budaya sudah masuk juga. Setengah kehidupan kita ada di dunia maya. Banyak kasus berawal dari media sosial, beberapa dipidana. Banyak juga orang bergantung hidupnya kesana, ada ojek online, vlogger dan ragam jasa. Kekayaan budaya Indonesia pun mulai ditontonkan melalui dunia maya.

Namun jangan salah, disana juga ditemukan jual-beli manusia dan organ tubuh. Disana orang-orang dipenjarakan karena hoax seperti MCA, padahal akun lain dibiarkan. Disana UU ITE berawal. Disana pertarungan politik lebih panas dibicarakan. Disana agama dan ulama dinistakan. 

Baiklah. Separuh hidup kita ada di dunia maya, separuhnya lagi dunia nyata. Maka coba untuk bersikap layaknya kalian malu di dunia nyata. Etika harus dijaga, seperti kita berjalan melewati pak RT/RW dengan senyuman. Jangan kira hidup kita menjadi liberal, hingga bebas sebebas-bebasnya. Setiap kita akan mempertanggungjawabkannya, begitu juga dengan hukum yang dirakit dalam bentuk UU ITE.

Suara fals ini keluar dari manusia yang tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Tapi tetap saja kita menjadi korban dari gerilya info yang tidak bertanggung jawab. Seperti kebutuhan kita kepada makan, bagaimanapun kita akan dituntut untuk makan agar bertahan hidup. Lalu, timbulah seni mencari makan. Mau tidak mau setiap kita harus mempunyai skill ini. Begitupun informasi, kita acuh atau peduli informasi di dunia maya terus saja betebaran. Perlulah kiranya setiap kita membekali dengan kemampuan literasi yang cukup.

Dari sini kita temukan kolerasi dunia maya dengan literasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Pemuda (Special Edition)

Tidak berlebihan setiap tokoh selalu menjatuhkan beban masa depan bangsa kepada pemuda. Terlalu banyak nilai dari kisah yang mengagumkan dengan menonjolkan seorang pemuda menjadi sosok manusia super (superman). Seakan segala kondisi disebabkan oleh pemuda dan akan dituntaskan oleh pemuda juga. Fenomena pemuda seperti cerita hero (jagoan), menarik dibicarakan karena hero akan bertemu lawan yang sepadan pada masanya. Dan pemuda tinggal memilih posisi mana yang akan ia perankan.
Islam tidak main-main jika berbicara pemuda. Kisah ashabul kahfi Allah swt sampaikan kepada Rasulullah sebagai motivasi bagi pemuda saat itu. Bagi seorang muslim harus meyakini bahwa salah satu pertanyaan kepada anak Adam pada hari kiamat kelak adalah “tentang masa mudanya dimana dia usangkan?”. Rasulullah saw berpesan, “manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; waktu muda mu sebelum datang waktu tua mu...”.
Pemuda memiliki berbagai karakteristik yang menonjol, kondisi ini menjadikan dirinya dominan dalam belahan hi…

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu

Surat Kecil untuk Pejuang Ilmu
Oleh : Azhar Fakhru Rijal
Wahai para pejuang ilmu...
Apa yang kalian pikirkan dengan perpisahan?
Bukan jarak, hubungan atau canda tawanya
Tapi sejauh mana kita bersama
Saat dunia terasa menjepit langkah kita
Wahai para pejuang ilmu...
Sekalipun jangan pernah salahkan ilmu yang menjauhkan
Karena sejatinya ilmu menyatukan kita semua
Ilmu bukan barang murah, jangan mau mendapatkannya gratis
DR Adian Husaini berpesan "Jika menuntut ilmu adalah jihad, maka apa yang kita keluarkan untuk menuntut ilmu adalah jihad"
Wahai para pejuang ilmu...
Jangan pula takut ditinggal orang-orang tercinta
Sesungguhnya kita tidak pernah tahu mereka kecuali Allah dan Rasulnya
Maka dari itu permintaan manusia tidak boleh terbelah oleh dunia
Biarkan kebaikan kita menjawab kebaikan Tuhan
Wahai para pejuang ilmu...
Bangunan, tanah dan kebahagiaan bukan hanya kenangan
Namun sebuah ingatan yang kalian sendiri akan menguburnya
Saya katakan, jangan sekali- kali melemparnya se…

Kasus Terorisme: Permainan dalam Definisi

Jumat (15/3) Kabar mengejutkan kini muncul dari Christhruch, Selandia Baru. Media dipenuhi dengan berita penembakan yang 2 masjid di Christhruch, yaitu Al-Noor dan masjid lainnya di Linwood. Salah satu pelakunya telah dikonfirmasi bernama Brendon Tarrant, warga negara Australia. Namun, seperti yang sering kita amati, penggunaan istilah teroris selalu menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya sejauh pemantauan, awal-awal berita ini muncul minim sekali media menyebutnya sebagai teroris. Baru setelah beberapa jam selanjutnya istilah teroris bermunculan di media berita. Mungkin sebagian orang tidak mempermasalahkan istilah-istilah tersebut. Namun, psikologi masyarakat tergerak berdasarkan opini yang ada. Kita tidak perlu sepenuhnya meyakini ada dalang di balik semua kejadian atau isu konspirasinya. Sebab realita penggunaan beberapa istilah menimbulkan banyak kejanggalan. Termasuk makna teroris yang bisa saja disalahgunakan sebab definisinya yang ambigu dan syarat kepentingan. Hal ini wajar m…