Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Sensasi Baca Novel yang Sudah Difilmkan

Karya fiksi telah menjadi konsumsi banyak orang untuk memahami sebuah konsep, teori atau amanat yang terkandung di dalamnya. Keberadaannya mungkin sudah ada sejak awal manusia diciptakan. Pada zaman jahiliyah saja kedudukan penyair sangat tinggi. Seorang penyair sangat dihormati dan dianggap memiliki wibawa dan kebijaksanaan dalam memimpin masyarakat. Dan menjadi salah satu sebab mukjizat agung nan mulia yang diberikan kepada Muhammad saw adalah al-Quran dengan tingkatan syair yang tidak satupun manusia mampu menandinginya.
Makna fiksi itu sendiri sangat luas, jenisnya pun terus berkembang hingga sekarang. Sebut saja novel, bagi pecintanya novel selalu dikaitkan dengan kehidupan realitas. Entah hidup pembaca maupun hidup sekitarnya. Kini identitas novel bagus berbanding dengan divisualisasikannya ke dalam sebuah film. Saya pribadi tidak setuju menakar kualitas novel dengan film. Sebab novel punya nilai tersendiri dalam bentuk kata, frasa dan bahasanya. Novel menalar pesan dari sebuah b…

Kemiskinan yang Harus Ditinggalkan

Manusia sebagai makhluk berakal memiliki naluri untuk bahagia. Fitrah menarik jiwanya untuk bergerak mengindari kemiskinan. Beragam usaha dilakukan, langkahnya selalu dipertimbangkan, berpikir bagaimana perbuatannya menghasilkan kebaikan. Seperti halnya reflek tubuh menolak segala bahaya terhadap dirinya. Manusia memiliki reflek yang sama untuk meyadari keberadaannya yang menjurus pada kemiskinan. Namun tidak semua mampu menghindar dari kondisi ini, sebagian orang tidak memiliki reflek yang mendukung dirinya selamat dari kemiskinan sekalipun memiliki reflek untuk menyadari keadaannya.
Kemiskinan harus ditinggalkan, sebab manusia diperintahkan menjaga dirinya. Allah memerintahkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari kemiskinan di akhirat. Diperintahkan juga manusia untuk menjaga kemaslahatan hidup di dunia. Tidak ada satu ideologi, pemikiran dan negara manapun yang memerintahkan untuk hidup miskin. Sudah sejatinya kemiskinan untuk ditinggalkan.
Kemiskinan simbol kegagalan. Kemiskin…