Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Tradisi Peradaban Islam yang Terlupakan

Kitab suci umat Islam pertama kali diturunkan kepada Rasulullah dengan kalimat “iqra- bacalah”. Berbagai tafsir dituliskan oleh para mufasir, dengan segala hikmahnya. Tidak bisa disangkal lagi bahwa perintah Allah kepada umatnya melalui kalimat “bacalah” menjadi fenomenal dan kunci kebangkitan Islam. Ayat ini hadir di tengah kultur masyarakat yang tertinggal secara keilmuan (jahiliyah). Saat masyarakat Arab mengagungkan kebodohannya yang sangat tidak logis, datanglah Islam dengan keilmuannya yang logis. Membaca biasanya identik dengan keilmuan, masyarakat yang berilmu menjadi tanda peradaban yang maju. Meskipun peradaban yang besar tergantung sudut pandangnya, seperti peradaban Barat yang dianggap maju dari sudut pandang materialisme. Namun peradaban Islam adalah peradaban berbasis literasi, keberadaannya sangat diperhitungkan diantara peradaban yang ada di dunia. Samuel P Huntington menyebut peradaban Islam pernah mengungguli Barat sebanyak dua kali. Sejarah menuliskan peradaban Islam…

Kasus Terorisme: Permainan dalam Definisi

Jumat (15/3) Kabar mengejutkan kini muncul dari Christhruch, Selandia Baru. Media dipenuhi dengan berita penembakan yang 2 masjid di Christhruch, yaitu Al-Noor dan masjid lainnya di Linwood. Salah satu pelakunya telah dikonfirmasi bernama Brendon Tarrant, warga negara Australia. Namun, seperti yang sering kita amati, penggunaan istilah teroris selalu menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya sejauh pemantauan, awal-awal berita ini muncul minim sekali media menyebutnya sebagai teroris. Baru setelah beberapa jam selanjutnya istilah teroris bermunculan di media berita. Mungkin sebagian orang tidak mempermasalahkan istilah-istilah tersebut. Namun, psikologi masyarakat tergerak berdasarkan opini yang ada. Kita tidak perlu sepenuhnya meyakini ada dalang di balik semua kejadian atau isu konspirasinya. Sebab realita penggunaan beberapa istilah menimbulkan banyak kejanggalan. Termasuk makna teroris yang bisa saja disalahgunakan sebab definisinya yang ambigu dan syarat kepentingan. Hal ini wajar m…

Be A Good Man

Banyak manusia dihinggapi rasa waspada dan kondisi yang gelisah. Harta yang melimpah tidak menjamin ketenangan bagi dirinya. Karena di zaman azali, manusia pernah melakukan perjanjian abadi dengan Tuhannya. Ketika kontrak itu tidak dipenuhi atau bahkan dilanggar, maka dari sanalah timbulnya rasa ketidak tenangan. Terlebih jika manusia membuat tandingan-tandingan bagi Allah, maka sejatinya ia sudah menzalimi dirinya sendiri. Karena itu, zikirdan ibadah kepada Allah –sebagai seorang manusia- akan merasakan ketentraman ketika hati sudah merelakan semuanya. Menjadi manusia baik adalah tugas manusia, dan langkah awalnya adalah bersikap adil terhadap diri sendiri dan menghindari zalim terhadap diri sendiri. To Be A Good Man adalah segalanya, karena semua pergeraka berawal dari diri sendiri. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menulis bab khusus tentang “Jihad Melawan Hawa Nafsu”. Dalam sebuah hadits dikatakan melawan hawa nafsu adalah jihad terbesar, “Jihad yang paling utama adalah seseorang b…

Modal Utama Gerakan Literasi

Semakin hari pemerintah semakin paham bahwa literasi sangatlah penting untuk masa depan bangsa ini. Hingga kini gerakan literasi –dalam artian- menebarkan kegiatan literasi sudah menjamur ke banyak tempat dan hampir seluruh bagian hidup manusia. Literasi mulai dihadirkan dalam setiap kegiatan masyarakat. Literasi tidak berhenti di sekolah atau perguruan tinggi. Sebab literasi memang kehidupan manusia itu sendiri. Dengan maraknya penggunaan internet yang serba cepat dan bebas mengakses apa saja, kemampuan literasi manusia sangat diandalkan. Diantarabnya literasi digitall. Karena dunia berkembanbersamaan dengan kemajuan teknologi, maka literasi adalah jaminan manusia tetap eksis dan survive menghadapi perubahan yang begitu cepat. Kondisi ini yang memaksa literasi harus dibumikan kepada seluruh masyarakat, bukan hanyakaum pelajar saja. Memahami literasi yang ideal dan dengan teori-teorinya memang cukup menyulitkan. Definisi kata literasi saja masih terus berkembang. Dalam banyak pertemuan,…

Revitalisasi Peran Ulama di Kancah Politik Indonesia (bagian 2)

... Revitalisasi Peran Ulama Untuk memahami definisi ulama, saya pribadi belum banyak menemui definisi tetap terkait ulama. Yang paling mudah memaknai ulama adalah dengan etimologi melalui suku kata bahasa Arab. Berasal dari kata ‘ilmu berarti ilmu, sedangkan ‘alim berarti orang yang memiliki ilmu. Ulama merupakan bentuk jama’ dari makna orang-orang yang berilmu. Namun terlalu dini meyebut orang berilmu dengan ulama, sebab tidak semua orang berilmu mencirikan sikap ulama. Para ulama adalah sekelompok orang yang tekun mendalami ajaran agama Allah (ta’ifah yatafaqqahuna fi ddin), yang bepergian, mengembara atau merantau untuk mencari ilmu, supaya nantinya pulang ke kampung masyarakat ke jalan Allah agar menjadi hamba-hamba Allah  yang beriman dan beramal sholeh (liyundziru qowmahum idza raja’u ilayhim la’allahum yahdzarun). (Syamsuddin Arif, 2017: 14) Artinya ulama bukan sembarang orang berilmu. Dia seorang yang beriman dan bertaqwa. Orang yang mendalam ilmunya seperti kata al-Quran arrasik…

Revitalisasi Peran Ulama di Kancah Politik Indonesia (bagian 1)

Manusia tidak mungkin dihindarkan dari kehidupan politik. Manusia adalah makhluk politik (zoon politikon) kata Aristoteles. Sedangkan menurut Ibnu Khaldun, manusia itu sudah tabiatnya bernegara. Sama halnya dengan kebutuhan kepada lingkungannya dan masyarakat, manusia pun tidak bisa menjauhkan dirinya dari kebutuhan alami dan keniscayaan untuk berpolitik. Oleh karenanya sering kita mendengar istilah, “Agama tanpa politik, pasti lemah. Politik tanpa agama, akan membabi-buta”. Islam meletakan suatu kewajiban di pundak setiap muslim yang dinamakan dengan amar ma’ruf dan nahi munkar. Kewajiban ini mungkin saja dilaksanakan dalam bentuk nasihat kepada penguasa dan kepada kaum muslimin secara umum dan mungkin juga dalam bentuk saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. Kedua hal ini merupakan syarat utama untuk menghindari kerugian di dunia maupun di akhirat, seperti yang dijelaskan dalam Q.S Al-‘Ashr. Kegiatan seorang muslim dalam menata masalah umatnya sekarang dinamakan dengan kegi…