Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Resensi Novel "I Believe in You" - Sekali Ibu, Tetaplah Ibu

Judul: I Believe in You Penulis: Aaboy Penerbit: Indiva Media Kreasi Tebal: 240 halaman Cetakan: I, Oktober 2019 ISBN: 978-602-5701-02-3
Sebelum melanjutkan bacaan resensi kali ini, perlu diketahui bahwa resensi ini ditulis dari sudut pandang seorang yang minim bacaan fiksinya, khususnya novel. Mempelajari teori-teori fiksi, namun jarang menulis cerpen, apalagi novel. Semoga resensi menjadi awal ketertarikan saya untuk banyak membaca karya fiksi dan menghasilkan karya ke depan.J ***** Kalau harus menyimpulkan isi dari novel ini, maka saya akan katakan “cerdas”. Kecerdasannya akan coba saya paparkan berikut dengan sedikit kisah yang memberi amanat cukup menyentuh bagi para pembaca. Bagi saya yang cukup mengenal sedikit banyaknya penulisnya, jelas sekali penulisannya sangat mewakili. Mahasiswa, kampus, cinta, persahabatan dan orangtua menjadi pokok utama pembahasan dalam novel yang bisa kita singkat dengan “IBU”.
Novel mengisahkan 4 mahasiswi yang bersahabat sejak belajar bersama di salah satu k…

Standar Ganda Definisi Terorisme (2)

Dominasi kekuatan tertentu atas informasi dan jaringan media mainstream yang secara global mendominasi peta percaturan ekonomi-politik jejaring media di dunia sedikit banyaknya telah membentuk anggapan publik yang beragam. Segala kecurigaan menjadi semu karena fakta publik tidak banyak memiliki bukti untuk mengiyakan tuduhannya. Sekalipun ada, proses yang harus ditempuh tidak mudah bagi masyarakat bawah yang menjadi konsumen media mainstream tersebut.
Saat yang sama, media perlu menggalakan lagi proses tabayyun yang menjadi pedoman etis dan teknis jurnalistik. Rumusan etika jurnalisme adalah langkah strategis yang dijunjung tinggi para pekerja media di seluruh dunia. Perihal ini menjadi sangat urgen karena opini publik era sekarang tumbuh dari benih-benih media yang dipertontonkan. Sehingga definisi apapun yang dikehendaki akan terwujud dalam benak publik secara umum. Begitulah definisi terorisme beralih makna dari segala bentuk pelanggar hukum yang menggunakan kekuatan atau kekerasan …

Standar Ganda Definisi Terorisme (1)

Tentang kaidah peradaban yang akan berganti dan selalu berubah, sebuah peradaban akan membutuhkan lawan untuk menunjukan diri sebagai kekuatan yang tak tertandingi. Ketika supremasi dan hegemoni habis, peradaban butuh eksistensi yang meninggikan namanya dan ditakuti. Pasca berakhirnya perang dingin, Barat berlanjut kepada peran memerangi terorisme. Isu besar terorisme ditujukan untuk menyatukan AS dan sekutunya. Samuel Huntington dalam bukunya Who Are We? menyatakan, musuh Pemerintah AS sudah ketemu, yaitu kaum Islam militan. Berkat isu terorisme, posisi Komunisme dan Uni Soviet yang menjadi musuh utama mereka, kini berpindah kepada Islam militan secara umum.
Strategi ghazwul fikr yang dilakukan AS adalah cara lama yang sudah digunakan oleh para orientalis terdahulu. Status dan opini yang bergulir bertujuan melemahkan akidah, ghirah dan kecintaan umat terhadap agamanya. Kasus ini menempatkan opini publik menjadi kedudukan penting yang perlu direbut dan digalakan secara intensif melalui…